Thursday, November 28, 2024

/

 

Ilustration

Tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 telah memasuki fase krusial, yakni proses penghitungan suara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Hasil dari penghitungan ini akan menjadi penentu utama dalam menentukan pemenang dan memastikan apakah Pilgub Jakarta akan selesai dalam satu putaran atau memerlukan putaran kedua.

Pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, telah mendeklarasikan kemenangan. Mereka mengklaim meraih suara mayoritas dengan perolehan 50,07 persen berdasarkan rekapitulasi internal. Klaim ini diperkuat dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang juga menunjukkan pasangan tersebut unggul dengan perolehan suara di atas 50 persen. Meski demikian, angka tersebut masih berada dalam margin of error sekitar 1 persen, sehingga hasil resmi dari real count oleh KPU tetap menjadi acuan final.


Pengawasan Penghitungan Suara, Kunci Pemilu yang Kredibel

Proses penghitungan suara atau rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang menjadi perhatian utama. Pengawalan ketat dan transparansi proses ini sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada celah bagi kecurangan. Rekapitulasi suara tingkat kecamatan telah dimulai sejak 28 November dan dijadwalkan selesai pada 3 Desember. Berikutnya, proses berlanjut ke tingkat kabupaten/kota pada 5-7 Desember, dan diakhiri dengan rekapitulasi tingkat provinsi pada 9-11 Desember. Hasil akhir akan diumumkan oleh KPU DKI Jakarta pada rentang waktu 10-16 Desember.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam tahapan rekapitulasi ini. 

"Rekapitulasi berjenjang ini menjadi dasar dari hasil resmi. Karena itu, pengawalan harus dilakukan secara maksimal di setiap tingkatan," ujar Adi.

Adi menyarankan agar saksi dari setiap paslon memastikan penghitungan berjalan transparan, mulai dari tingkat TPS hingga tingkat provinsi. Salinan hasil rekapitulasi dari setiap tingkatan juga perlu dimiliki sebagai bukti jika terjadi manipulasi suara. "Setiap hasil penghitungan harus disahkan dengan tanda tangan saksi dari masing-masing paslon. Ini langkah penting untuk mencegah perubahan suara di setiap level rekapitulasi," tambahnya.


Baca juga: Trump Threatens to Escalate Trade War with China and Allies


Partisipasi Semua Pihak dalam Pengawalan Suara

Tidak hanya saksi paslon, berbagai elemen masyarakat juga diimbau untuk ikut mengawasi jalannya proses penghitungan suara. Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak.

 "Pengawasan tidak hanya tanggung jawab saksi paslon, tetapi juga masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, dan relawan. Mereka harus aktif memantau proses rekapitulasi di setiap tingkatan," jelas Neni.

Menurut Neni, pengawasan melekat dan ketat dapat mencegah manipulasi suara yang berpotensi terjadi selama proses rekapitulasi. 

"Relawan tidak boleh lengah. Tahapan rekapitulasi ini adalah momen rawan terjadinya manipulasi. Ketelitian dan pengawasan ekstra diperlukan untuk memastikan suara rakyat tetap terjaga," tambahnya.


Bawaslu Diimbau Lebih Proaktif

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga memegang peranan penting dalam menjaga integritas hasil Pilgub Jakarta. Adi Prayitno menyoroti perlunya langkah proaktif dari Bawaslu dalam pengawasan.

"Selama ini, Bawaslu sering terlihat pasif, hanya menunggu laporan. Padahal, dalam situasi seperti ini, mereka harus jemput bola dan terlibat langsung di lapangan," tegasnya.

Neni Nur Hayati juga menambahkan bahwa legitimasi hasil Pilgub sangat bergantung pada efektivitas pengawasan Bawaslu. 

"Hasil pemilu harus memiliki legitimasi kuat. Jika Bawaslu lemah dalam pengawasan, manipulasi bisa terjadi, dan ini akan merusak kepercayaan masyarakat," katanya.

Selengkapnya disini


Pentingnya Kredibilitas Hasil Pilgub

Kredibilitas hasil Pilgub Jakarta menjadi pertaruhan besar dalam proses ini. Tidak hanya menyangkut siapa yang memenangkan Pilgub, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengawalan dan transparansi dalam setiap tahapan, mulai dari penghitungan suara di TPS hingga rekapitulasi tingkat provinsi, harus menjadi prioritas semua pihak.

Kolaborasi antara penyelenggara pemilu, saksi paslon, relawan, masyarakat, dan lembaga pengawas diharapkan dapat memastikan hasil Pilgub Jakarta benar-benar mencerminkan suara rakyat. Keberhasilan proses ini akan menjadi tolok ukur penting bagi penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.

Tonton video berikut: Klik di sini!



/

 

Ilustration


Donald Trump has sounded the alarm on a trade war with key trade partners, even before officially assuming office as President of the United States. His aggressive trade stance includes threats to raise import tariffs on several countries, particularly China. Initially, three countries would be hit by these high tariffs: China, Mexico, and Canada. Trump intends to impose a 25% tariff on imports from Mexico and Canada, and a 10% tariff on goods imported from China. "On January 20, as one of my first executive orders, I will sign all the necessary documents to impose a 25% tariff on all products entering the United States from Mexico and Canada," Trump stated on his Truth Social platform.

While the tariffs on Mexico and Canada would be lower than those on China, they would still be significantly higher than the current import duties on goods from these two countries. According to Trump, this policy aims to curb the flow of illegal immigrants from these countries into the U.S. via the borders where goods are imported and exported. Additionally, the move is meant to stop illegal drugs, including fentanyl, from entering the U.S. from Mexico, Canada, and China.

Watch the following video: Click here!



"These tariffs will remain in place until drugs, particularly fentanyl, and all illegal immigrants cease their invasion of our country!" Trump added.

 He also mentioned that his administration had repeatedly asked China to take action against drug traffickers supplying the U.S. but had not seen any results. 

"I've had many talks with China about the large amounts of drugs, particularly fentanyl, coming into the United States. But nothing has been done," he said.

In response, Liu Pengyu, a spokesperson for the Chinese Embassy in the U.S., argued that China had been working to crack down on drug trafficking within its borders and prevent illegal drugs from being exported to the U.S.

 "The idea that China is deliberately allowing fentanyl precursors to flow into the United States is completely contrary to the facts and reality," said Pengyu.

Regarding the tariffs imposed on China, Pengyu expressed hope that these policies would ultimately benefit both the U.S. and China. 

"On the issue of tariffs, China believes that economic and trade cooperation between the two countries is mutually beneficial. No one will win in a trade war or tariff war," he remarked.


Baca juga: Ministry of Health Intensifies HIV/AIDS Education to Reduce Surge in Cases


Trump had already initiated a trade war during his first term as president from 2017 to 2021. The trade conflict was sparked by Trump’s dissatisfaction with the U.S. trade deficit with China. In response, Trump raised tariffs on solar panels and washing machines to 30% and 20%, respectively. This action marked the beginning of the trade war on January 22, 2018.

Want more details? Here, please!

Trump further imposed a 25% tariff on steel imports and a 10% tariff on aluminum in March 2018. In retaliation, China raised tariffs on U.S. pork and scrap aluminum by 25% and implemented a 15% tariff on 120 American commodities, including almonds and apples. China also filed a complaint with the World Trade Organization (WTO) regarding the U.S. tariffs on steel and aluminum imports.

/

 

Ilustration

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat edukasi kesehatan reproduksi di kalangan anak muda sebagai langkah utama untuk menekan prevalensi HIV/AIDS. Upaya ini sejalan dengan target "Three Zero" HIV/AIDS, yaitu mengeliminasi infeksi baru, diskriminasi, dan kematian akibat AIDS, serta mengurangi penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini, menyoroti peningkatan prevalensi HIV pada remaja dan dewasa muda usia 15-24 tahun di Indonesia dan beberapa negara lainnya di Asia. Data 2023 menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2019, terutama di kalangan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL). "Prevalensi HIV pada remaja dan dewasa muda usia 15-24 tahun meningkat di beberapa negara, termasuk Indonesia. Angka prevalensi pada populasi LSL muda di kawasan Asia, termasuk Indonesia, bahkan lebih tinggi dari rata-rata global," ujar Ina dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara pada Kamis (28/11/2024).


Data Terkini tentang HIV/AIDS di Indonesia

Menurut Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) hingga September 2024, sebanyak 71 persen orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia telah mengetahui statusnya. Namun, hanya 64 persen yang mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), dan dari jumlah tersebut, hanya 48 persen yang berhasil mencapai tingkat supresi virus (viral load yang terdeteksi dan ditekan).

Untuk mencapai target "Three Zero" pada tahun 2030, Ina menyatakan bahwa diperlukan langkah besar dengan menetapkan sasaran berikut:

  • 95 persen ODHIV terdiagnosis
  • 95 persen ODHIV menjalani terapi ARV seumur hidup
  • 95 persen ODHIV mengalami supresi virus sebagai bukti keberhasilan pengobatan ARV

Ina juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai target ini. Ia menyoroti bahwa peningkatan edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja menjadi prioritas, mengingat kelompok ini rentan terhadap penyebaran HIV akibat minimnya pemahaman tentang risiko.


Baca juga: Teks Lengkap Perjanjian Gencatan Senjata 13 Poin Israel-Hizbullah


Pentingnya Pengetahuan HIV/AIDS di Kalangan Muda

HIV Senior Advisor dari Monitoring dan Evaluation USAID Bantu II, Aang Sutrisna, menambahkan bahwa edukasi tentang HIV/AIDS di Indonesia masih memerlukan banyak perbaikan. Data sementara dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2024 menunjukkan tren serupa dengan hasil SDKI 2017, di mana pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS, meskipun meningkat, masih jauh dari target.

"Pengetahuan komprehensif tentang HIV meningkat dari tahun 2007 hingga 2017, namun lebih tinggi di kelompok usia 20-24 tahun dan pada perempuan. Proyeksi SDKI 2024 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tetap rendah di kalangan remaja," jelas Aang.

Ia juga memaparkan bahwa pada tahun 2024, diperkirakan terdapat sekitar 40 juta anak muda berusia 15-24 tahun di Indonesia. Meskipun prevalensi hubungan seksual di kalangan remaja usia 15-19 tahun tergolong rendah, yakni di bawah lima persen, angka tersebut tetap signifikan karena ukuran populasi yang sangat besar. 

"Sekitar lima persen dari 40 juta anak muda berarti dua juta anak, dan dari angka tersebut, diperkirakan sekitar 100 ribu anak usia 15-19 tahun mungkin pernah melakukan hubungan seksual," ungkapnya.


Langkah Konkret Menuju Penurunan Prevalensi

Kemenkes berkomitmen untuk memperluas cakupan edukasi, baik melalui program di sekolah maupun komunitas. Pendekatan ini mencakup penyampaian informasi yang mudah dipahami terkait risiko HIV/AIDS, pentingnya penggunaan pengaman, dan akses ke layanan kesehatan reproduksi yang ramah bagi anak muda.

Selain itu, kampanye ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga media sosial, untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan peningkatan kesadaran dan pengetahuan, diharapkan prevalensi HIV/AIDS di kalangan remaja dan dewasa muda dapat ditekan secara signifikan.


Dukungan Internasional dan Nasional

Pemerintah Indonesia, bersama dengan mitra internasional seperti USAID, terus berupaya menyediakan layanan kesehatan yang inklusif untuk mendukung target global 95-95-95. Dukungan ini mencakup pelatihan tenaga kesehatan, distribusi ARV, dan pengembangan infrastruktur kesehatan untuk memastikan akses layanan yang merata di seluruh pelosok negeri.

Ingin lebih detail? Disini aja!

Edukasi yang intensif dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi langkah besar dalam mengatasi tantangan HIV/AIDS, sekaligus mendukung generasi muda Indonesia untuk hidup lebih sehat dan produktif.

Tonton video berikut ini: Klik di sini!




/

 

Ilustration

On Wednesday morning, a ceasefire between Israel and Hezbollah officially took effect following an agreement brokered by the United States (US) and France. This agreement aims to end the ongoing conflict in southern Lebanon and along its border with Israel. The deal outlines 13 key points designed to ensure security and reduce tensions in the region.


Overview of the Agreement

A key component of the agreement involves the gradual withdrawal of Israeli troops from southern Lebanon. This withdrawal will allow civilians on both sides of the border to return to their homes safely. During the first 60 days after the ceasefire begins, Hezbollah is required to relocate its fighters and weapons from the area between the Blue Line—the unofficial border between Lebanon and Israel—to north of the Litani River.

In turn, the southern region will be occupied by the Lebanese Armed Forces (LAF), which will ensure that Hezbollah or other unauthorized groups cannot rebuild military infrastructure or rearm. The agreement also underscores the commitment to fully implement United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1701, including the disarmament of all non-state armed groups in Lebanon.

Want more details? Here, please!


Full Text of the 13-Point Agreement

The following are the main points summarized from the agreement:

  1. Cessation of Hostilities: Israel and Lebanon agree to cease all hostilities starting at 4:00 AM on November 27, 2024.
  2. Prohibition of Military Operations: The Lebanese government will prevent Hezbollah and other armed groups from conducting operations against Israel, while Israel will refrain from offensive operations in Lebanese territory.
  3. Commitment to Peace: Both parties reaffirm the importance of fully implementing UNSCR 1701 as a pathway to lasting peace.
  4. Right to Self-Defense: Israel and Lebanon retain their inherent right to self-defense in accordance with international law.
  5. Control of the Southern Litani Region: Only official Lebanese forces, including military and police, will be permitted to operate in the area south of the Litani River.
  6. Weapons Regulation: All imports and production of weapons in Lebanon will be controlled by the government to prevent non-state groups from rearming.
  7. Monitoring Violations: Official Lebanese forces will monitor and prevent illegal arms smuggling and dismantle unauthorized infrastructure within their territory.
  8. International Support: The US and France will assist in deploying 10,000 LAF troops to southern Lebanon and support the development of Lebanon's military capacity.
  9. Tripartite Monitoring Mechanism: Israel, Lebanon, and UNIFIL will coordinate through a new mechanism to monitor and ensure compliance with this agreement.
  10. Reporting Violations: Both parties are required to report suspected violations to UNIFIL and the UN Security Council.
  11. Border Control: Lebanon will deploy forces to all land, sea, and air border crossings to prevent illegal activities.
  12. Israeli Withdrawal: Israeli troops will gradually withdraw from southern Lebanon within 60 days, while the LAF takes over the area.
  13. Border Dispute Resolution: The US and the UN will facilitate indirect negotiations to resolve disputes along the Blue Line.


Long-Term Peace Efforts

The agreement aims to create conditions that allow civilians on both sides of the border to safely return to their homes. Furthermore, the US and France are committed to leading international initiatives to support stability and economic development in Lebanon as a step toward sustainable peace.

If effectively implemented, this agreement is expected to reduce the risk of further conflict and pave the way for more peaceful relations in the future.

Watch the following video: Click here!




Monday, November 25, 2024

/

 

Ilustration


Sony kembali menjadi sorotan dalam dunia gaming setelah kabar beredar bahwa mereka tengah mengembangkan konsol game genggam (handheld) baru yang memungkinkan pengguna memainkan game PlayStation 5 (PS5) di mana saja. Berita ini pertama kali muncul dalam laporan dari Bloomberg dan kemudian dikutip oleh berbagai media teknologi, yang menyebutkan bahwa langkah ini diambil Sony untuk bersaing dengan Nintendo dan Microsoft di pasar perangkat game portabel.


Konsol Genggam Sony: Rencana dan Tantangan

Menurut laporan tersebut, konsol genggam baru ini masih dalam tahap pengembangan awal dan kemungkinan membutuhkan beberapa tahun sebelum resmi diluncurkan, dengan catatan bahwa Sony benar-benar memutuskan untuk meluncurkannya.

Seperti yang dilaporkan The Verge, Nintendo saat ini memimpin pasar handheld gaming dengan Switch-nya yang populer. Bahkan, Nintendo dikabarkan sudah mempersiapkan generasi baru dari Switch yang dijadwalkan rilis pada tahun depan. Di sisi lain, Microsoft juga sedang mengembangkan prototipe Xbox genggamnya. CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, menyebut bahwa perangkat ini "masih beberapa tahun lagi" sebelum siap diluncurkan.


Dominasi dan Persaingan di Industri Handheld Gaming

Kategori handheld gaming telah berkembang pesat, terutama berkat ekspansi dari platform berbasis PC seperti Steam Deck dari Valve dan ROG Ally dari Asus dalam beberapa tahun terakhir. Kedua perangkat tersebut telah membawa dimensi baru ke pasar gaming portabel, menciptakan standar tinggi bagi para pesaing, termasuk Sony.

Langkah Sony untuk tidak ketinggalan dalam persaingan ini kemungkinan akan dibangun di atas basis PlayStation Portal, perangkat gaming dengan layar 8 inci yang mereka rilis tahun lalu. PlayStation Portal dirancang untuk streaming nirkabel game PS5 melalui cloud, meskipun awalnya perangkat tersebut dimaksudkan sebagai perangkat berdiri sendiri.

Namun, konsol baru Sony ini dikabarkan akan memungkinkan game dimainkan secara native, bukan hanya melalui Wi-Fi. Pendekatan ini dipandang dapat memperluas jangkauan pengguna Sony dan menjadikan game mereka lebih mudah diakses oleh para gamer di seluruh dunia.


Baca juga : Bahaya Kebanyakan Makan Petai: Risiko Sakit Ginjal dan Efek Samping Lainnya


Kembali ke Akar: Sejarah Handheld Sony

Bagi Sony, pengembangan konsol genggam bukanlah hal baru. Sebelumnya, mereka pernah sukses dengan PlayStation Portable (PSP) dan PS Vita. Namun, setelah beberapa tahun, pengembangan perangkat ini terhenti akibat persaingan yang ketat dan kurangnya dukungan pengembang pihak ketiga.

Kehadiran perangkat genggam baru ini bisa menjadi kesempatan bagi Sony untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat mereka tinggalkan, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam industri gaming.

Lebih detailnya di sini


Tantangan dan Potensi Masa Depan

Meskipun memiliki peluang besar, Sony juga menghadapi tantangan signifikan, termasuk menciptakan perangkat yang mampu bersaing dengan Nintendo Switch yang sudah mapan serta melawan produk baru dari Microsoft. Selain itu, mereka harus memastikan pengalaman gaming yang mulus, termasuk integrasi dengan ekosistem PS5 dan katalog game yang kaya untuk menarik perhatian gamer.

Jika berhasil, perangkat ini dapat menjadi inovasi besar dalam industri game portabel, memberikan opsi lebih banyak bagi para gamer dan memperkuat posisi Sony di pasar global. Untuk saat ini, para penggemar hanya bisa menunggu perkembangan lebih lanjut dari proyek ambisius ini.

Saksikan video berikut ini: Klik di sini!



/

 

Ilustration

Petai adalah salah satu tanaman khas Asia Tenggara yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sebagai bahan makanan, petai sering digunakan untuk memberikan rasa unik dan aroma khas pada berbagai hidangan tradisional. Meskipun baunya tajam, bagi sebagian orang, aroma petai justru menjadi daya tarik tersendiri.

Tidak hanya lezat, petai juga kaya akan manfaat kesehatan. Polong dan biji petai mengandung senyawa seperti polifenol, fitosterol, dan flavonoid yang merupakan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, melancarkan pencernaan, dan mendukung kesehatan tubuh secara umum. Namun, di balik manfaat tersebut, konsumsi petai secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Lebih detailnya di sini


Efek Samping Konsumsi Petai Berlebihan

  1. Kerusakan Ginjal
    Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, mengingatkan bahwa konsumsi petai secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

"Konsumsi petai setiap hari secara berlebihan dapat memicu kerusakan ginjal. Jika hanya sesekali berlebihan dalam sehari, efeknya biasanya hanya perut kembung atau banyak gas," kata dr. Inggrid.

Beliau menjelaskan, batas aman konsumsi petai untuk orang sehat adalah maksimal tiga sendok makan penuh dalam sehari. Lebih dari itu, risiko efek samping akan meningkat, meskipun jarang ada orang yang sanggup makan petai dalam jumlah besar setiap hari.

  1. Peningkatan Asam Urat
    Petai mengandung purin yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan kadar asam urat dalam tubuh meningkat. Oleh karena itu, individu dengan riwayat asam urat tinggi harus lebih berhati-hati.

"Kontrol konsumsi petai bersifat individual. Jika seseorang rentan terhadap peningkatan asam urat, sebaiknya hindari petai atau batasi konsumsi. Namun, bagi yang kadar asam uratnya stabil, sedikit konsumsi masih bisa ditoleransi," tambah dr. Inggrid.

  1. Aroma Urine yang Tidak Sedap
    Efek lain yang sering dirasakan setelah makan petai adalah perubahan aroma urine yang menjadi tidak sedap. Spesialis urologi, dr. Hilman Hadiansyah, SpU, menjelaskan bahwa senyawa dalam petai akan dipecah oleh enzim pencernaan menjadi senyawa kimia seperti methyl mercaptan, yang dikenal memiliki bau busuk.

"Senyawa ini diproses oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine, sehingga menyebabkan aroma urine yang tidak sedap. Kondisi ini normal dan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk orang sehat," jelas dr. Hilman.

Selain methyl mercaptan, kandungan asam jengkolat dalam petai juga dapat berdampak buruk pada ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.


Batasan Aman Konsumsi Petai

Untuk menjaga manfaat petai tanpa menimbulkan risiko kesehatan, dr. Inggrid menyarankan batas aman konsumsi petai bagi orang sehat adalah tiga sendok makan penuh per hari. Namun, batas ini dapat berbeda untuk setiap individu tergantung kondisi kesehatan masing-masing.


Baca juga : Jadwal Liga Champions Malam Ini: Manchester City dan Barcelona Berlaga


Meskipun petai memiliki berbagai manfaat kesehatan, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping seperti kerusakan ginjal, peningkatan asam urat, atau aroma urine yang tidak sedap. Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti asam urat tinggi atau gangguan ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi petai.

Dengan konsumsi yang bijak, petai tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan memberikan manfaat tanpa menimbulkan masalah kesehatan.

Saksikan video berikut ini: Klik di sini!




/

Ilustration

Sembilan pertandingan menarik akan memanaskan matchday kelima Liga Champions pada malam ini hingga dini hari nanti. Semua tim berlaga dengan target mempertahankan peluang melaju ke fase gugur dalam persaingan yang semakin ketat.


Jadwal Pertandingan

Dua laga awal dijadwalkan berlangsung pada Rabu (27/11/2024) pukul 00.45 WIB, sedangkan tujuh pertandingan lainnya akan digelar pada pukul 03.00 WIB.

Lebih detailnya di sini


Pukul 00.45 WIB

  • Slovan Bratislava vs AC Milan: AC Milan akan mencoba mencuri poin penuh di markas Slovan Bratislava demi memperbaiki posisi mereka di klasemen grup.
  • Sparta Praha vs Atletico Madrid: Sparta Praha menjamu Atletico Madrid dengan misi menciptakan kejutan di kandang sendiri.

Pukul 03.00 WIB

  • Manchester City vs Feyenoord: Manchester City, yang tengah mengalami tren negatif dengan lima kekalahan beruntun, akan berusaha bangkit saat menjamu Feyenoord.
  • Barcelona vs Brest: Barcelona menghadapi Brest, tim kejutan yang hingga kini belum terkalahkan di empat pertandingan sebelumnya.
  • Bayern Munich vs Paris Saint-Germain: Duel sengit antara dua raksasa Eropa, Bayern Munich dan PSG, menjadi sorotan utama. Kedua tim sama-sama berjuang untuk mengamankan posisi minimal di playoff 16 besar.
  • Inter Milan vs RB Leipzig: Inter Milan diunggulkan untuk merebut poin penuh melawan RB Leipzig, yang masih tanpa poin di fase grup.
  • Sporting CP vs Arsenal: Arsenal akan menghadapi tantangan besar di Portugal melawan Sporting CP, yang kini ditangani pelatih muda berbakat Joao Pereira.
  • Young Boys vs Atalanta: Atalanta harus beradaptasi dengan lapangan sintetis saat melawan tuan rumah Young Boys.
  • Bayer Leverkusen vs Red Bull Salzburg: Leverkusen akan bertarung dengan Salzburg di BayArena untuk memperebutkan poin krusial.


Layanan Penyiaran

Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui platform streaming berbayar seperti Vidio dan beIN Sports. Khusus untuk laga Slovan Bratislava vs AC Milan serta Bayern Munich vs PSG, pertandingan juga akan disiarkan langsung di saluran televisi SCTV.

Pertarungan malam ini dipastikan menghadirkan ketegangan dan aksi seru. Jangan lewatkan setiap momennya untuk melihat siapa yang berhasil mengamankan tempat di fase gugur!

Saksikan video berikut: Klik di sini!




 

Powered by Blogger.

Berita populer

Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Prabowo: Kepuasan Publik dan Tantangan ke Depan

  Presiden dan Wakil Presiden Memasuki 100 hari pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, berbagai survei menunjukkan tingkat kep...

Search This Blog

Home Ads

Facebook

About



Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

Popular Posts

Popular Posts

BTemplates.com